TLii | ACEH | Gayo Lues – Sekretaris Daerah (Sekda) Gayo Lues, H. Jata, SE., MM, membuka rapat koordinasi (Rakor) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025-2029 di Aula Bappeda Gayo Lues, Kamis (27/2/2025). Rakor ini dihadiri oleh Plt Kepala Bappeda, Kepala SKPK terkait, serta tim ahli penyusunan RPJM.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa perencanaan yang baik dan terukur akan berdampak positif pada kinerja pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa RPJM harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mengurangi angka pengangguran, menjaga inflasi, serta memastikan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Ketika berbicara tentang perencanaan, idealnya RPJM harus bisa meningkatkan ekonomi, menekan pengangguran, serta menjaga stabilitas inflasi dan keberlanjutan generasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan RPJM harus realistis dan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, meskipun bupati yang baru memiliki banyak program dan janji politik, keterbatasan anggaran harus menjadi perhatian utama.
“Kita punya bupati baru dengan semangat baru. Tapi kita harus realistis, karena keuangan daerah masih bergantung pada dana transfer pusat. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” jelasnya.
Sekda berharap tim penyusun RPJM dapat bekerja secara solid dan penuh tanggung jawab agar dokumen perencanaan ini dapat selesai tepat waktu dan berkualitas.
“Harapan saya, tim harus kompak dan bekerja dengan niat ibadah untuk kesejahteraan masyarakat Gayo Lues. Silakan berikan saran dan masukan agar RPJM ini benar-benar bisa membawa manfaat,” tutupnya.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan RPJM 2025-2029 dapat menjadi pedoman pembangunan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gayo Lues.
Optimalkan Sumber Daya untuk Efisiensi Pembangunan
Dalam rakor tersebut, Sekda H. Jata, SE., MM juga menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya yang ada agar program pembangunan dapat berjalan dengan efisien. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus cermat dalam menyusun program prioritas sesuai dengan visi dan misi kepala daerah, tanpa mengabaikan kondisi keuangan yang terbatas.
“Kita harus mampu merancang program yang benar-benar memiliki dampak bagi masyarakat, bukan sekadar melaksanakan kegiatan yang menghabiskan anggaran tanpa hasil yang signifikan,” tegasnya.
Ia mencontohkan bahwa strategi efisiensi bisa dilakukan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, serta pemanfaatan potensi lokal secara maksimal. Selain itu, inovasi dalam peningkatan PAD juga perlu dikaji dengan matang agar tidak membebani masyarakat tetapi tetap mampu meningkatkan pendapatan daerah.
Keterlibatan Masyarakat dalam Penyusunan RPJM
Sekda juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan RPJM. Menurutnya, aspirasi masyarakat harus diakomodasi agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen perencanaan ini untuk terbuka terhadap kritik dan masukan.
“RPJM ini bukan hanya sekadar dokumen formalitas, tetapi harus menjadi pedoman nyata dalam pembangunan. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan,” katanya.
Ia pun berharap bahwa hasil akhir RPJM 2025-2029 bisa menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Gayo Lues, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan dapat lebih terarah, realistis, dan membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Gayo Lues. (Joko)