TIMELINES INEWS INVESTIGASI Puncak Jaya, – Curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, selama beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya tanah longsor yang menutup akses jalan utama Karubaga–Mulia, tepatnya di Desa Jigobak, Distrik Tinggi Nambut, pada Rabu (2/4/2025). Kejadian ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga, terganggunya arus transportasi, serta terhambatnya roda perekonomian masyarakat setempat.
Merespons kondisi tersebut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI–PNG) Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda, yang tengah menjalankan tugas di wilayah tersebut, bergerak cepat memberikan bantuan. Dipimpin langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, para prajurit TNI bersama masyarakat sekitar bergotong royong menyingkirkan timbunan tanah dan batu yang menutup badan jalan.
Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, serta alat bantu manual lainnya, para prajurit dan warga bekerja keras di tengah cuaca mendung yang masih menyelimuti wilayah tersebut. Proses pembersihan berlangsung sekitar dua jam. Berkat kerja sama yang solid dan semangat kebersamaan, akses jalan yang semula tertutup berhasil dibuka kembali. Arus transportasi dan distribusi logistik pun kembali berjalan normal, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
“Kami memahami betul bahwa tertutupnya akses jalan ini sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari warga. Sebagai satuan tugas yang bertugas di wilayah ini, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat agar dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ungkap Dansatgas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat.
“Kami selalu siap turun tangan membantu dalam kondisi apa pun. Ini adalah wujud implementasi salah satu butir delapan Wajib TNI, yakni mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebagaimana arahan dari Pangdam Iskandar Muda,” tambahnya.
Pangdam Iskandar Muda, dalam berbagai kesempatan, senantiasa menekankan bahwa keberadaan prajurit TNI harus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, baik dalam kondisi damai maupun ketika menghadapi situasi darurat.
“Kodam Iskandar Muda memiliki komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat, membantu mengatasi persoalan serta membangun komunikasi sosial yang intens. Tugas pokok kami tidak hanya di medan pertempuran, tetapi juga dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang selalu saya sampaikan, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,’” ujar Pangdam IM.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya memperlancar akses transportasi warga, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Sinergi yang kuat antara Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda dengan warga diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam membangun solidaritas sosial dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.
Melalui aksi nyata seperti ini, Kodam Iskandar Muda terus membuktikan komitmennya sebagai institusi pertahanan yang tidak hanya mengemban tugas menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi pelopor dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah tugasnya.