TLii|ACEH|ACEH UTARA- RSU Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara menerapkan prosedur ketat dalam pengelolaan limbah medis untuk memastikan penanganan limbah berlangsung secara tertib dan teratur.
Menurut informasi yang diperoleh Timelineinews Rabu (17/10/2024). penanganan limbah dimulai dari pemisahan di setiap unit rumah sakit oleh penghasil limbah masing-masing.
Limbah medis tersebut kemudian diangkut oleh petugas kebersihan menuju tempat penyimpanan sementara (TPS), di bawah pengawasan Instalasi Pemeliharaan Sanitasi Lingkungan (IPSL).
Selanjutnya, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB-3) diolah dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin resmi dalam penanganan limbah tersebut.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur RSU Cut Meutia, dr. Intan Sahara Zein, Sp.S, melalui Kepala Bidang Penunjang Medik, Zahara, SKM, MKM, mengungkapkan bahwa RSU Cut Meutia menghasilkan sekitar 110 kilogram limbah medis setiap harinya.
Dalam sebulan, produksi limbah medis bisa melebihi tiga ton, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan untuk menjaga keselamatan.
Meskipun pengelolaan limbah sudah berjalan baik, rumah sakit masih menghadapi kendala terkait rendahnya kesadaran masyarakat, termasuk keluarga pasien dan pengunjung.
Banyak yang belum memahami perbedaan tempat sampah untuk limbah domestik dan infeksius, meskipun telah dilabeli dengan jelas.
“Pentingnya pemisahan limbah ini krusial untuk mencegah penyebaran infeksi dan menjaga keselamatan lingkungan,” kata Zahara.
IPSL RSU Cut Meutia bertanggung jawab dalam pengawasan teknis operasional lapangan di bawah penunjang medik, dengan kepala IPSL sebagai pengawas langsung.
Tugas utama IPSL termasuk memastikan kebersihan di seluruh area rumah sakit, baik di dalam maupun di luar gedung, termasuk area umum seperti toilet dan taman.
Selain itu, IPSL juga memantau pembuangan limbah secara ketat dan memastikan bahwa setiap jenis limbah dipisahkan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami memastikan petugas kebersihan melakukan tugasnya dengan baik, dan limbah dipisahkan sesuai jenisnya, sehingga risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan,” jelas Zahara.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, RSU Cut Meutia terus melakukan sosialisasi kepada pasien, keluarga, dan pengunjung mengenai pentingnya pemisahan limbah serta cara pembuangan yang benar.
“Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, kami berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah sakit,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara IPSL, petugas kebersihan, dan seluruh staf RSU Cut Meutia, upaya menjaga sanitasi lingkungan serta pengelolaan limbah medis terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua pihak.(RZ).